Saatnya tenun ikat Sikka diakui didunia!

IMG_2903

Flores atau Nusa Tenggara Timur selain kaya akan sumber daya alam, obyek wisata, juga kaya akan budaya dan adat istiadat. Salah satu budaya yang tidak bisa lepas dari kehidupan di Flores adalah tenun ikat. Seperti halnya di Kabupaten Sikka, tenun ikat mempunyai nilai tersendiri. Bila kita lihat dari proses dalam pembuatan tenun ikat boleh dikatakan sangat komplek. Mulai dari mulai penyiapan bahan sampai menjadi sebuah kain tenun bisa mencapai 1 bulan bahkan lebih , tergantung dari motifnya. Yang menarik pada tenun ikat Sikka juga dari bahan pewarnanya. Mereka menggunakan bahan organik yang diambil dari  alam lingkungan sekitar, seperti daun lobak, kulit kayu akar mengkudu, daun mangga, kemiri dan masih banyak lagi bahan alami yang digunakan dalam pewarnaan. Ini sebenarnya juga salah satu bagian yang bisa dipatenkan. Di Sikka sendiri  ada beberapa tenun ikat yang berbeda baik motif, cara membuat dan bahannya. Namun demikian, sebagian orang mengatakan  bahwa dewasa ini rutinitas menenun semakin jarang dijumpai, apalagi pada kalangan perempuan remaja

IMG_2924

Yayasan Sahabat Cipta bekerja sama Swiss Federal Institute of Intelectual Property (IPI) dan juga Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (DJHKI) akan melakukan kegiatan yang berhubungan dengan perlindungan indikasi geografis khusus untuk tenun ikat di kabupaten Sikka. Kegiatan ini sudah di mulai sejak tahun 2013 dengan melakukan sebuah studi tenun ikat.

Sebagai  tindak lanjut, pada hari Jumat tanggal 14 Maret 2014 ada kunjungan dari Swiss Federal Institute of Intelectual Property (IPI), diwakili Mr Daniel Lauchenauer , dari Seco diwakili  Ibu Dewi Tio, dan juga dari Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (DJHKI) Pak Saky Septiono dan Pak Ranorohi, dari Kemenperin/Team of Expert GI Ibu Try Reni dan tentunya tidak ketinggalan Direktur Excutif Yayasan Sahabat Cipta Ibu Dollaris Suhadi. Dalam kegiatan kunjungan ini diorganisir oleh Bu Etih Suryati (Eet) Regional Program Manager Flore, berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Kunjungan kali ini sebagai penjajagan dan melihat langsung apakah tenun ikat Sikka bisa untuk didaftarkan dalam  pelindungan indikasi geografis. Tentunya kegiatan ini tidak hanya sampai disini masih akan berlanjut dibulan bulan mendatang.

IMG_2966

Kunjungan di pagi hari dipusatkan di halaman  Hotel Sea Word, selain melihat proses pembuatan tenun ikat juga disuguhi beberapa tarian. Sempat hadir pada kegiatan ini bapak wakil Bupati Sikka Bapak Paulus Nong Susar. Beliau sangat mendukung kegiatan ini, selain itu beliau katakan beberapa tahun yang lalu juga pernah melakukan penelitian sehubungan dengan tenun ikat Sikka. Adapun Mr Daniel lebih menyampaikan bahwa nantinya kegiatan ini melibatkan pengrajin tenun ikat di kabupaten Sikka, mereka yang memutuskan apa saja yang akan di hak patenkan, Cara membuatnyakah, pewarnaannya atau motifnya. Selain itu juga akan mendukung dengan mendatangkan tenaga ahli yang mempunyai kemampuan dalam tehnologi serupa atau berkaitan dengan tenun.

IMG_3012

Dan dari Dirjen HAKI menyampaikan,  serupa dengan perlindungan Merek di Indonesia, perlindungan Indikasi Geografis juga mensyaratkan adanya suatu proses permohonan pendaftaran. Hanya saja pendaftaran dilakukan oleh kelompok masyarakat atau institusi yang mewakili atau memiliki kepentingan atas produk bersangkutan. Berbeda dengan perlindungan merek, Indikasi Geografis tidak mengenal batas waktu perlindungan sepanjang karakteristik yang menjadi unggulannya masih tetap dapat dipertahankan.

          IMG_2898

IMG_3025

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s