Pelabuhan Maumere

Pelabuhan laut, untuk daerah atau wilayah tertentu menjadi pintu gerbang bagi akses baik keluar masuknya  manusia, maupun keluar masuknya barang. Untuk wilayah Indonesia Timur dan pulau pulau kecil di sebagian besar di Indonesia keberadaan pelabuhan laut sangat vital dan dibutuhkan. Kapal laut baik untuk penumpang maupun barang masih relatif lebih murah dibanding dengan transportasi udara. Untuk  dari Flores sendiri, saya rasakan justru untuk  transportasi udara harga tiketnya yang mahal adalah dari Maumere ke Makasar atau ke Denpasarnya. Sedangkan penerbangan selanjutnya ke Jakarta misalnya lebih murah. Kenapa demikian ? Itu yang belum saya dapat jawabannya.

Di Maumere ada satu pelabuhan laut yang diberi nama Loran Say (tulisannya bener enggak ya?). Pelabuhan ini selain untuk kapal penumpang juga untuk kapal barang.  Sebagaimana  pelabuhan pada umumnya, pelabuhan ini mempunyai fasilitas dermaga, kolam pelabuhan, fasiltas pengisian air dan bahan bakar. Namun sayangnya terlihat tidak terawat, banyak sekali jalan jalan yang sudah mulai rusak dan juga terlihat ada sampah dipelabuhan, bahkan saya lihat langsung sebuah kapal membuang limbah seperti solar langsung ke  laut. Saya kira ini sudah jamak pemandangan umum di pelabuhan di Indonesia yang  segera dirubah.

Pagi ini berbekal  kamera “pinjaman” saya mencoba mengabadikannya sekaligus belajar  jadi fotografer amatir ceritanya. Mulai dari ujung ke ujung saya telususri.

Diujung timur dermaga yang biasa digunakan tempat sandar KM Gunung Siguntang, salah satu kapal Pelni yang masuk di Maumere kini dipakai sandar kapal kontainer lain. Nampak tidak ada aktivitas di hari Minggu ini.

Kapal kontener

Disekitar situ juga nampak beberapa anak sedang mancing , berfoto ria bahkan ada juga yang mandi mandi dikolam pelabuhan. Hari Minggu pelabuhan memang dibuka untuk umum, kita masuk tanpa dipungut biaya restribusi, yang biasanya Rp 2000,-.

Memancing

Berenang

Lompat ke laut

Dibagian agak ketengah nampak tumpukan kontener kosong disusun.  Dan didepan dermaga tersebut ada beberapa kapal seperti jenis Phinisi dari Sulawesi. Sempat berbicara dengan crewnya, mereka dari makasar, walaupun kapal kayu mereka tidak hanya membawa barang namun juga penumpang. Dari Makasar sampai Maumere ditempuh dalam waktu tiga hari katanya. Ada juga kapal besi rute Surabaya – Maumere yang juga sedang sandar.

Kontener

Kapal Phinisi

Tidak jauh dari pelabuhan barang dan penumpang juga ada pelabuhan khusus  perikanan. Aktivitas sudah dimuali sejak dari pagi, nampak beberapa kapal sudah selesai bongkar ikan, dan aktivitas lainnya.

Kapal ikan selesai bongkar

Suasana pasar ikan

Sepertinya belum lengkap ceritanya, sayang waktunya sudah habis, saya harus makan pagi dan mengerjakan aktivitas lain. Lain waktu saya akan cerita seputar maumere lagi,…salam

Kapal nelayan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s