Semua ini untuk petani kakao Maumere

Dalam bulan November ini saya disibukkan beberapa kegiatan penting sehubungan dnegan pekerjaan saya sebagai pendamping petani kakao dalam program pengembangan kakao di kabupaten Sikka, atau yang lebih di kenal Maumere.  Berbicara Maumere atau Flores secara keseluruhan kita lihat selain banyaknya obyek wisata yang tersebar mulai ujung Barat terkenal dengan Pulau Komodonya, Labuhan Bajo kemudian mengarah ke Timur, daerah Bajawa, Manggarai, Maumere dengan pantai Kokanya , Ende dengan danau Kelimutunya juga ada situs sejarah peninggalan Bung karno, dan Lembata terkenal dengan perburuan ikan pausnya, juga sumber daya alamnya yang belum dikelola secara masksimal. Dari mulai kelapa, kakao, kemiri, merica, mete, vanila dan masih banayak yang lainnya. Kakao adalah salah satu komoditi unggulan dari sekian komoditi lainnya. Untuk kabupaten Sikka kakao komodi kedua setelah kelapa. Dan untuk NTT sendiri, Kabupaten Sikka termasuk penyumbang terbesar untuk produksi kakao. Dan perlu diketahui Indonesia adalah negara ketiga penghasil kakao terbesar didunia setelah Pantai Gading dan Ghana.

Tanggal 20 November 2013, acara peresmian Pusat Pembelajaran Kakao Sikka atau Cocoa Learning Center di desa Tebuk Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka. Secara langsung diresmikan oleh bapak Bupati Sikka Drs. Yosep Ansar Rera. Dengan disaksikan oleh perwakilan donor Mr Wolfgang Deppen dari pemerintah Jerman. Selain itu juga dihadiri oleh beberapa perwakilan lembaga lembaga yang mempunyai program dan perhatian pada sektor kakao seperti WVI, Veco Indonesia, CSP (Cocoa Suiatainability Partnership), ASFN juga perwakilan buyer dari luar Flores seperti BT Cocoa, PT London Sumatera, dari Pemerintah Daerah dan Dinas terkait dan tak ketinggalan para fasilitataor yang tergabung dalam CLC dan para petani kakao.

Diawali dengan penjemputan dengan tarian adat, pengalungan selendang dan sapaan adat, peresmian secara resmi dengan membuka selubung papan nama Pusat Pembelajaran Kakao Sikka dan dilanjutkan dengan penanaman secara simbolis bibit kakao oleh Bupati Sikka, pihak donor dan beberapa perwakilan lain.  Dalam sambutannya bapak Bupati berpesan dengan adanya Cocoa Learning Center ini akan membantu dan mendukung dalam pengembangan kakao di Kabupaten Sikka.

IMG_0251

Pengalungan Selendang

IMG_0263

Pembukaan Selubung papan nama

Penanaman simbolis Bupati Sikka

Acara selanjutnya kunjungan ke beberapa fasiltas yang dimiliki CLC seperti rumah pembibitan, rumah kompos, kebun contoh klon dan juga pameran baik buku buku yang dimiliki maupun lainnya.

Rumah pembibitan

Rumah Kompos

IMG_0351

Pembangunan Pusat Pembelajaran Kakao Sikka ini dirancang sebagai wadah dan tempat belajar petani kakao. Dalam pengelolaannya ditangani oleh para fasilitator, Petugas Penyuluh lapangan dan juga individu yang mempunyai komitmen untuk mengembangkan dan memajukan kakao di Kabupaten Sikka. Selain sebagai lembaga sosial yang membantu petani, CLC juga dirancang sebagai unit usaha, kenapa demikian karena CLC bertekat mejadi lembaga yang independen dan mandiri untuk mampu membiayai dan mengelola kegiatannya sendiri.

Untuk mewujudkan hal tersebut, CLC membentuk tiga divisi yaitu : 1. divisi pembibitan dan kebun, dimana divisi ini akan bertanggung jawab untuk memproduksi bibit berkualitas dan entres dan dapat dibeli oleh petani lain. 2. Divisi agro input dan kompos, divisi ini bertanggung jawab menyediakan alat alat pertanian berhubungan dengan budidaya kakao dan juga memproduksi kompos, yang bisa dibeli oleh petani kakao. 3. Divisi pendidikan dan pelatihan, divisi ini bertanggung jawab untuk meningkatkan kapasitas para fasilitator dan juga memberikan dan menyediakan tenaga pelatih untuk budidaya kakao.

Selain kegiatan dari ketiga divisi tersebut, ada beberapa kegiatan dan pelayanan lain yang dilakukan antara lain; menyediakan tenaga sambung pucuk dan sambung saping; menyediakan tenaga pemangkasan; menyediakan tenaga pelatih dan pendamping internal control system , konsultasi gratis untuk petani kakao dan juga ada perpustakaan yang menyediakan beberapa buku yang berhubungan dengan kakao.

Walaupun masih seumur jagung, namun CLC sudah terlibat dalam beberapa kegiatan antara lain: 1. Pendampinagn Sekolah lapangan I yang didanai oleh Yayasan Sahabat Cipta (yang sebelumnya Swisscontact); Sekolah lapangan di beberapa kecamatan bekerja sama dengan lembaga lokal BANGWITA dan Veco; Sekolah lapangan II bekerja sama dengan Dinas Pertanian Dan Perkebunan dan yang terakhir Sekolah Lapangan bekerja sama dengan sebuah lembaga keuangan Sube Huter.

Kita berharap dengan adanya CLC ini, nantinya akan turut berkontribusi dalam pengembangan kakao di Kabupaten Sikka. Harapannya pemerintah daerah khsusnya ikut mendukung keberadaan Cocoa Learning Center ini, dengan cara melibatkan dalam setiap programnya. CLC merupakan lembaga dan sumber daya manusia lokal yang besar nilainya, karena tidak perlu lagi mendatangkan tenaga pelatih dari luar kabupaten Sikka sehingga lebih efektiv dan efisien.

Bravo CLC!!!!!

Kegiatan lain yang tidak kalah penting adalah menghadiri working group research & development/ transfer technology dan farmer empowerment yang diadakan oleh CSP.  Kegiatan tiga bulanan ini pada bulan November memang sudah dijadwalkan ada di Maumere. Pada kegaiatn ini membahas rencana pembuatan manual sertifikasi yang akan dikeluarkan oleh CSP dan dapat digunakan oleh para anggota CSP juga lembaga lain yang bergerak dalam pengembangan petani kakao. Manual ini tentunya mengacu pada lembaga sertifikasi yang ada yaitu UTZ dan RA (Rainforesh Alliance). Untuk farmer empowerment sendiri kita berbagi pengalaman dalam pemberdayaan petani kakao, karena setiap lembaga mempunyai pengalaman yang berbeda dan dimungkinkan dapat diaplikasikan atau diadopsi oleh lembaga lain.

working group

Selain kegiatan utama, juga untuk memperkenalkan budaya dan alam Flores, peserta diajak untuk kunjungan kebun dan kelompok Sekolah Lapangan yang juga merupakan kelompok sanggar. Selain diskusi dalam hal kakao mereka juga disuguhi beberapa tarian. Jadi sekali dayung dua tiga pulau terlampau, selain kegiatan pengembangan kakao juga memperkenalkan budaya di Maumere.

Sambutan

atarksi tarian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s