INDAHNYA DANAU KELIMUTU

Berbicara obyek wisata di Flores tentu tidak akan ada habisnya. 20 lebih objek wisata yang terkenal ada di Flores seperti  : Pulau Komodo, Pulau Komodo merupakan salah satu pulau yang terletak di Kepulauan Nusa Tenggara. Pulau ini juga merupakan kawasan Taman Nasional Komodo yang dikelola langsung oleh Pemerintah Pusat. Pulau Komodo berada di sebelah barat Pulau Sumbawa, yang dipisahkan oleh Selat Sape. Pulau Komodo dikenal sebagai habitat asli hewan komodo.

Semana Santa, dengan berbagai ritual keagamaannya yang unik adalah salah satu pesona wisata di Larantuka.  Penangkapan Ikan Paus: di Pulau Lembata dapat kita saksikan tradisi penangkapan ikan paus. Atraksi yang populer di mata wisatawan mancanegara itu sudah muncul berabad-abad silam. Kampung Megalitik Bena: di Kabupaten Ngada, kita bisa menyaksikan bangunan megalitik yang ada di perkampungan tradisional, Bena. Taman Laut 17 Pulau: Taman Wisata Alam Tujuh Belas Pulau Riung merupakan gugusan pulau-pulau besar dan kecil, dengan jumlah 17 pulau. Kawasan ini berada sekitar 70 kilometer sebelah utara Kota Bajawa, ibukota Ngada.

Manusia dan Masyarakat: Selain warisan keunikan alam, Pulau Flores juga didiami masyarakat yang sangat multikultural. Dari Larantuka di Flores Timur hingga Labuan Bajo di Flores bagian barat, kita tak dapat menemukan masyarakat yang sama, homogen. Apa yang dapat kita temukan adalah masyarakat dengan beranekaragam budaya, tradisi, dan bahasa yang berbeda-beda. Masing-masing dengan tampilan aktraksi budaya yang berbeda satu dengan yang lain. Dan masih banyak lagi objek wisata yang lain. Untuk kali ini saya akan bercerita satu object wisata yang saya kunjungi yaitu Danau Kelimutu

Danau Kelimutu masuk ke kawasan tengah Pulau Flores, kita bisa menikmati keunikan alam Danau Kelimutu yang terletak di puncak Gunung Kelimutu. Danau ini masuk dalam rangkaian Taman Nasional Kelimutu.

Gunung Kelimutu berjarak kurang lebih 150 km dari Maumere, ditempuh dalam waktu kurang lebih 3-4 jam tergantung dari kondisi dan keahlian sopir yang mengemudikan. Perjalanan darat melalui  jalan yang berkelok kelok terkadang bagi sebagian orang menyebabkan mabuk darat, namun sepanjang jalan kita disuguhi  dengan pemandangan alam yang indah baik pantai maupun pegunungannya. Juga udara segar yang jauh dari polusi.

Bagi yang ingin mengejar keindahan alam Gunung Kelimutu di waktu matahari terbit (sun rise) maka harus rela sudah berada di puncak atau ditempat tersebut sebelum matahari terbit. Memasuki  area wisata Gunung Kelimutu, kita menjumpai pintu gerbang dan loket pembayaran, dengan tiket Rp 20.000 untuk wisatawan domestik dan Rp 50.000 untuk wisatawan asing. Selain itu juga untuk biaya kamera. Dari pintu gerbang kita menuju tempat parkir sekitar ±2 km. Tempat parkir yang cukup luas dengan fasilitas toilet, serta ada beberapa pedagang yang menjajakan kopi panas, cup mie serta beberapa tenun ikat.

Untuk menuju ke puncak atau danau Kelimutu kita harus berjalan kaki. Menurut info pendakian Gunung Kelimutu tidak se-ekstrim Gunung Rinjani di Pulau Lombok. Meski demikian, udara dingin menjadi tantangan tersendiri bagi wisatawan yang menyukai tempat wisata alam. Jarak tempat parkir ke puncak Gunung Kelimutu, tempat Danau Kelimutu berada, kurang lebih 4-5 kilometer. Pastikan Anda menyiapkan stamina yang prima untuk melakukan pendakian ini. Pada salah satu puncaknya terdapat tempat yang dibangun tugu, dari tempat inilah kita akan bisa melihat ketiga danau yang ada diarea Gunung Kelimutu. Untuk menghangatkan, kita bisa memesan kopi panas dan juga cup mie sekedar pengganjal perut. Ada juga beberapa pedagang yang menjual kain tenun ikat khas Flores.

Gunung Kelimutu berada diketinggian 1640 meter dpl tumbuh didalam kaldera Sokoria atau Mutubusa bersama dengan Gunung Kelido (1641 m dpl) dan Gunung Kelibara (1630 m dpl). Ketiganya  membangun komplek yang bertautan  kecuali Gunung Kelibara yang terpisah oleh lembah dari kaldera Sokoria. Letak puncak puncak gunung api ini terjadi karena perpindahan titik erupsi melalui sebuah celah yang  menjulur kurang lebih Utara-Selatan

Dari ketiga gunung tersebut, Gunung Kelimutu merupakan kerucut tertua dan masih memperlihatkan aktivitass sampai sekarang yang merupakan kelanjutan kegiatan gunung api tua Sokoria. Tubuh Gunung Kelimutu dibangun oleh batuan Piroklasitika (bom, lapili, scoria, pasta, abu, awan panas dan lahar) serta lelehan larva. Permukaan lerengnya berkembang kearah Timur, Tenggara dan Barat Daya dengan topografi kasar sedang, dibangun oleh aliran Piroklastika dan lahar serta lelehan larva Andesit, penyebaran lereng Barat – Selatan berrelif sedang, dibangun oleh kegiatan Kelimutu muda tapi terhalang oleh Gunung Kelibara, sedangkan leren Barat – Utara memperlihatkan morfologi berelief kasar.

Pada puncak Kelimutu terdapat tiga buah sisa kawah yang mencerminkan perpindahan puncak erupsi.  Ketiga sisa kawah tersebut kini berupa danau kawah. Dengan warna air yang berlainan dan mempunyai ukuran diameter yang bervariasi, bernama Tiwu Ata Polo (danau Merah ) dengan luas ± 4 ha, kedalaman ± 64 meter, Tiwu Nua Muri Koo Fai (Danau Hijau) dengan luas±  5,5 ha , kedalaman ± 127 meter dan Tiwu Ata Bupu (Danau Hijau Lumut) dengan luas±  4,5 ha dan kedalaman ± 67 meter

Sejarah gunung Kelimutu Memang kurang dikenal, namun menurut keterangan penduduk setempat gunung dengan ketiga danau berwarna ini telah ada sepanjang sejarah dimana dinding diantara kedua danau dibagian timur dahulunya bisa dilalui orang, tetapi sekarang dinding semakin menipis dan hampir lenyap akibat peristiwa vulkanik berupa letusan dan gempa.

Berdasarkan catatan Gunung Kelimutu meletus dasyat pada tahun 1830 dengan mengeluarkan lava hitam Watukali, kemudian meletus kembali tahun 1869-1870 disertai aliran  lahar dan membuat suasana gelap gulita disekitar dimana hujan abu dan lontaran hingga mencapai Desa Pemo. Dari data yang ada terdapat beberapa aktivitas vulkanis dari gunung Kelimutu seperti dalam tabel dibawah

No

Tahun

Aktivitas Gunung

1 1830 Terjadi letusan besar adanya lava hitam Watukali
2 1869 – 1870 Letusan abu disertai aliran lahar, suasana pada waktu itu gelap gulita
3 1888 Letusan besar dari kawah tengah
4 1938 Mei – Juni terjadi letusan freatik didanau Tiwu Nua Muri Koo Fai
5 1940 Terjadi letusan lagi
6 1941 Terjadi suara gemuruh disertai aliran larva kecil
7 1947 Terjadi aktivitas lagi
8 1967 September  peningkatan kegiatan, terjadi perubahan warna di danau Tiwu Nua Mori Koo Fai berubah dari Hijau ke Putih
9 1968 3 Juni terjadi letusan dalam air danau Tiwu Nua Muri Koo Fai, gejala ini didahului oleh suara mendesis, disusul dengan semburan air coklat kehitaman, semburan air mencapai ketinggian kurang lebih 10 meter
10 1993 Peningkatan kegiatan pada danau Tiwu Nua Mori Koo fai, dengan jumlah gempa vulkanik meningkat dratis pada bulan Februari – April
11 1997 Mei – Juni terjadi peningkatan kegiatan di danau Tiwu Muri Koo Fai, terjadi perubahan warna air danau kawah dari hijau muda menjadi putih
12 1997 – 2006/2007 Belum ada kegiatan peningkatan aktivitas vulkanik, namun tetap waspada dan dipantau
(sumber : Direktorat Vulkanologi DitjenGeologo Dan Sumber Daya Mineral 1990)

Sebagian besar objek wisata mempunyai cerita legenda. Demikian pula di Gunung Kelimutu. Berdasarkan informasi dikatakan masyarakat percaya bahwa jiwa / arwah akan datang ke Kelimutu setelah seseorang meninggal dunia, jiwa atau maE meninggalkan kampungnya dan tinggal di Kelimutu untuk selam lamanya. Sebelum masuk kedalam salah satu kawah atau danau, para arwah tersebut sebelumnya menhadap ke Konde Ratu selaku penjaga pintu masuk Prekonde. Arwah tersebut masuk dalam salah satu danau/kawah yang ada tergantung usia dan perbuatannya. Ketiga danau/ kawah bagaikan dicat berwarna. Warna airnya berubah ubah tanpa ada tanda alami sebelumnya. Mineral yang terlarut kedalam air menyebabkan warna iar yang tidak dapat diduga sebelumnya. Suasana Kelimutu bervariasi, tidak hanya perbedaan dan perubahan warna danau, akan tetapi juga karena cuaca. Tidak aneh jika tempat yang keramat ini menjadi legenda yang berlangsung secara turun temurun. Masyarakat percaya bahwa tempat ini adalah sakral. Hormatilah tempat ini dengan tidak merusak atau mengotori dan tetaplah berada pada jalan setapak yang sudah ditentukan.

Selain danau atau kawah Kelimutu, diarea Gunung Kelimutu terdapat semacam Botanical garden yang dinama Arboretum. Arboretum berada disebelah kiri pada saat kita naik ke danau / kawah Kelimutu. Dengan luas Arberetum yang hanaya 4,5 ha terdapat  79 jenis taman, 15 jenis (pohon) tanaman bawah, 4 tanaman endemik dan total jumlah tanaman adalah 250 tanaman.

Apabila kita datang setelah matahari terbit, pastikan waktunya tidak terlalu siang. Biasanya pada musim hujan kurang lebih mulai jam 10:00 pagi sudah mulai turun kabut. Menurut pedagang yang ada disitu, Gunung Kelimutu biasanya akan ramai pada bulan April – September. Namun demikian bukan berarti dibulan lain tidak ada pengunjung. Umumnya para pedagang di Gunung Kelimutu tinggal didesa dibawah kaki gunung yang berjarak ± 4 km. Mereka mengaku keturunan suku asli yang pertama tinggal disitu. Namun demikian seiring perkembangan jaman sudah banyak perkawinan campuran dengan suku dan agama lain.

Tiwu Nua Muri Koo Fai
Tiwu Nua Muri Koo Fai
DSC_0041
Tiwu Ata Polo
Arboretum
Arboretum
Tiwu Ata Bupu
Tiwu Ata Bupu
Pedagang Kopi dan cup mie
Pedagang Kopi dan cup mie
Tanamam di Arboretum
Tanamam di Arboretum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s