Setahun yang lalu,……

Tepat kurang lebih setahun yang lalu aku beserta istri dan anak anakku berada di Pesantren Alkahfi ini untuk mendaftar ulang setelah anakku Hanif dinyatakan lulus seleksi untuk menjadi santri disini. Suasana hari ini kurang lebih sama, para orang tua mengantarkan anaknya untuk daftar ulang  setelah pengumuman seleksi dilakukan. Nampak wajah wajah penuh harap dan bahagia terpancar disana.

Ada rasa haru, bahagia dihati kami sebagai orang tua. Dengan usia yang masih tergolong muda (12 tahun) Hanif sudah harus berpisah dari keluarga untuk menuntut ilmu. Tentunya semua keputusan yang kami ambil akan ada kompensasi dan resikonya. Kami sebagai orang tua berharap dengan menyekolahkan anak kita ke pesantren tidak lain untuk memberikan pendidikan yang benar dan baik pada anak kita. Apalagi bila kita kurang  mempunyai kemampuan untuk itu, terutama dalam ilmu keagamaan.  Untuk memperbaik dan memperkuat akhlak yang Islami pesantren salah satu tempat yang bisa kita harapkan, memang bukan jaminan. Tapi insyaallah dengan lingkungan yang lebih Islami dan kegiatan yang lebih Islami paling tidak akan membekas dihati anak anak kita disini.

Tantangan diawal tentunya dialami oleh Hanif pada saat pertama kali di asrama. Bertemu dan bergaul dengan santri lain yang tentnunya berbeda latar belakang. Sifat kekanak kanakan kadang masih muncul pada saat bertelepon maupun pada saat dijenguk oleh Mamanya. Demikian pula dengan Mamanya diawal awal merasa berat berpisah dengan anaknya. Itu semua hanya terjadi di beberapa awal bulan, namun setelah itu Hanif sudah terbiasa, sudah tahu selahnya akan suasana dan kegiatan di asrama. Walau kadang sedikit ada keluhan dan kemudian bisa diatassi sendiri. Kita sebagai orang tua hanya memberi masukan dan arahan. Pada hakekatnya hidup diasrama tidak bedanya kita hidup di masyarakat. Kelak akan sangat berguna dalam kehidupan yang sebenarnya dimasa yang akan datang. Di asrama juga belajar tentang kedisplinan, dimana semua santri harus sholat berjamaah lima waktu, tadarus dan hapalan Al Quran. Juga melatih kemandirian. Para santri walaupun masih dalam pengawasan wali asrama, namun harus sudah bisa membagi waktu kapan harus mengerjakan rutinitas kegiatan pesantren dan kapan harus melakukan kegiatan individu termasuk didalamnya belajar.

Cipayung-20121016-00754

Perubahan perilaku sudah mulai nampak pada Hanif, untuk sholat lima waktu tidak perlu lagi diingatkan. Tuturkatanyapun ada perubahan. Tantangan utama adalah hapalan Al Quran, karena waktu SD Hanif dari Sekolah Dasar Negeri dan dirumah walaupun belajar ngaji tidak seperti santri dari Sekoah Dasar Islam yang sudah mulai hapalan sejak SD. Kita terus mendorong dan memberi semangat untuk berusaha danjangan kalah dengan santri yang lain. Yang terpenting luruskan niat, bahwa menghapal Al quran adalah salah satu amal yang baik.  Yang menarik Mila, anak saya yang kedua justru ingin sekali sekolah di pesantren Al Kahfi, pernah dia katakan ” Aku sudah enggak sabar pengen sekolah kaya kakak disini”,……..Aamiin,..semoga bisa terlaksana dan Ayah ada rejeki.

Sebagai orang tua tentunya kita berharap agar anak kita lebih baik daripada kita. Kita mempunyai kewajiban untuk menghantarkan, memotivasi dan mengarahkan anak kita di jalan yang sesuai dengan ajaran Islama agama kita. Semoga kita sebagai orang tua dan anak kita tetap istiqomah dalam menjalaninya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s