Mau Abon?????…..yuk bikin Abon Ikan aja,…

Terkadang kita bosan dengan makanan yang ada dirumah, atau memang dirumah tidak tersedia makanan karena kondisi tertentu dan kita lapar. Abon adalah pilihannya, karena selain dapat didimpan dan bertahan lama juga rasanya tak kalah dengan yang lain.

Pada prinsipnya abon merupakan suatu metode pengawetan dengan kombinasi antara perebusan / pengukusan dan penggorengan serta penambahan bumbu-bumbu tertentu. Produk yang dihasilkan mempunyai tekstur yang lembut, rasa dan aroma yang khas. Abon bisa digunakan untuk teman makan nasi, teman makan roti, dll

Untuk kali ini kita coba membuat abon tapi dari bahan ikan,…..setuju,…….yuk mariiii,……..

Abon Ikan

 ABON IKAN

Deskripsi

Abon ikan merupakan produk diversifikasi hasil perikanan yang bersifat kering dengan rasa yang khas dan dibuat dengan cara perebusan, penghancuran, pembumbuan, penggorengan dan pengepresan.

Fungsi

Fungsi dari teknologi ini sebagai upaya untuk penganekaragaman produk-produk perikanan yang mudah dilakukan oleh masyarakat nelayan.

Dimensi

Ukuran alat-alat yang digunakan dalam pembuatan abon:

1)      Dandang dan sarangan: diamater ± 30 cm, tinggi: ± 50 cm

2)      Wajan: diameter: ± 50 cm

3)      Cobek batu: diamater ± 30 cm

4)      Kompor: tinggi: ± 30 cm

Kapasitas

Kapasitas per hari: ± 5 kg abon kering.

Tujuan

Tujuan teknologi pembuatan abon untuk mendapatkan produk kering dan awet dengan rasa khas.

Skala usaha

Dapat dibuat dengan skala kecil (rumah tangga), skala sedang dan skala besar.

Material Alat

Peralatan yang dipakai dalam pembuatan abon ikan: dandang pengukus dan sarangan, pisau, cobek besar, wajan, alat press/kain blacu, dan kompor.

Bahan Baku Produksi

Semua jenis ikan, baik ikan air tawar maupun ikan laut, namun biasanya abon ikan dibuat dari ikan laut dari jenis cakalang/tongkol. Tenggiri, cucut dan lain-lain.

Metode Pembuatan Alat

Alat-alat untuk pembuatan abon ikan biasanya dibeli atau dipesan di pasar sesuai dengan kebutuhan.

Metode pengolahan

Cara pembuatan abon ikan adalah sebagai berikut:

1)   Tahap preparasi/penyiangan ikan

  • ikan yang akan dibuat abon dikelompokkan berdasarkan jenis, ukuran dan tingkat kesegarannya.
  • ikan tersebut disiangi dengan menghilangkan sisik (bila ada), membuang bagian kepala (deheading), isi perut, maupun sirip ikan agar tidak mempengaruhi kualitas abon.
  • selanjutnya ikan dipotong-potong menjadi bagian yang lebih kecil dengan ukuran 4x3x3 cm dan dicuci dengan air bersih yang mengalir untuk menghilangkan darah, lendir maupun kotoran yang menempel.

2)   Tahap pengukusan ikan

ikan yang telah dipotong dan dicucui bersih dikukus agar daging menjadi lunak dan mudah dihancurkan.  Lama pengukusan ± 20-40 menit.  Kemudian daging ikan ditiriskan dalam wadah khusus agar air rebusannya cepat menguap/hilang.

3)   Tahap penghancuran

pada tahap ini tulang, kulit dan sisik ikan dibuang.  Agar lebih mudah sebaiknya pembuangan tulang, kulit dan sisik dilakukan pada saat daging ikan masih dalam keadaan panas.  Selanjutnya daging ikan dicabik-cabik dan diremas dengan tangan (diuleg) hingga terbentuk serat daging yang halus dan berukuran seragam.

4)   Tahap pembumbuan

setiap daerah mempunyai ciri sendiri-sendiri dalam hal bumbu, sehingga bumbu abon disesuaikan dengan selera masing-masing, apakah abon yang dibuat akan terasa pedas, manis atau asin.  Namun demikian sebagai acuan dapat digunakan komposisi bumbu sebagai berikut: untuk membuat abon dengan bahan baku 100 kg ikan, maka diperlukan 2 kg bawang merah lumat, 1.6 kg bawang, 300 gram ketumbar bubuk halus, 1.5 garam, 900 gram asam jawa, dan 15 kg gula.  Setelah bumbu dicampur homogen, ditambahkan 100 gram laos, serta daun salam dan serai secukupnya.  Kemudian ditambahkan 750 cc santan yang diperoleh dari 400 gr kelapa parut (1 buah kelapa).

5)      Tahap penggorengan

Bumbu-bumbu tersebut dimasukkan ke dalam wajan dan dipanaskan di atas api yang tidak terlalu besar sampai mendidih.  Selanjutnya daging ikan yang sudah halus dimasukkan sedikit demi sedikit sambil terus diaduk hingga rata.  Setelah agak kering ditambahkan sedikit minyak goreng sambil terus diaduk.  Tahap penggorengan dianggap selesai apabila abon benar-benar telah kering dan bila di pegang terasa gemerisik.

6)      Tahap pengemasan

Apabila proses penggorengan sudah selesai, abon yang sudah jadi dibiarkan beberapa saaat ditempat terbuka dan berangin sampai dingin.  Kemudian abon dimasukkan kantong plastik dengan ukuran tertentu untuk dipasarkan.

Aspek Pemasaran

Pemasaran produk abon yang umum dilakukan adalah pasar lokal namun demikian apabila produk abon ini dibuat dengan kualitas yang baik maka tidak menutup kemungkinan siap dipasarkan di supermarket/swalayan.

Aspek Finansial

Untuk membuat produk abon, maka modal yang diperlukan antara lain:

1)      1 buah kompor                          :  Rp. 100,000.-

2)      1 buah wajan besar + sodet         :  Rp. 100,000.-

3)      ikan laut/tawar per kilogram         :  Rp. 10,000.-

4)      bumbu-bumbu + kelapa               :  Rp. 20,000.-

5)      minyak tanah                            :  Rp. 5,000.-

6)      pisau, waskom                          :  Rp. 15,000.-

7)      plastik pembungkus                    :  Rp. 5,000.-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s