Ikan Asin

Nasi panas udah dimeja , sayur asem, sambal dan satu lagi ikan asin. Lengkap sudah. Ikan asin adalah bahan makanan yang terbuat dari daging ikan yang diawetkan dengan menambahkan banyak  garam.  Dengan metode pengawetan ini daging ikan yang biasanya membusuk dalam waktu singkat dapat disimpan di suhu kamar untuk jangka waktu berbulan-bulan, walaupun biasanya harus ditutup rapat.

Gimana kalau kita coba buat sendiri? Silahkan lihat paragraf berikutnya untuk pembuatan ikan asain

Ikan Asin

IKAN ASIN

Deskripsi

Penggaraman ikan merupakan cara pengawetan ikan dengan menggunakan garam sebagai pengawet, baik dalam bentuk kristal maupun larutan yang dilanjutkan dengan proses pengeringan.

Fungsi

Fungsi dari teknologi penggaraman ikan adalah sebagai cara/metode untuk mendapatkan produk ikan asin sesuai dengan daya terima maupun mutu yang diharapkan.

Tujuan

Tujuan dari Teknologi penggaraman ikan untuk mengawetkan atau memperpanjang daya tahan dan daya simpan ikan karena garam dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme pembusuk.

Dimensi alat

Alat-alat yang dipakai untuk proses penggaraman ikan antara lain:

1)      Blong/drum plastik dengan ukuran diameter ± 50 cm, untuk merendam ikan.

2)      Para-para bambu: panjang ± 5-10 meter, tinggi ± 1 meter

3)      Irig bambu/ayaman bambu: panjang ± 2 –2.5 meter, lebar ± 0.5 meter.

4)      Kardus karbon untuk pengemas: panjang ± 60 cm, lebar ± 40 cm, tinggi ± 30 cm.

Kapasitas

Kapasitas blong/drum plastik ± 40-50 kg ikan.  Kapasitas alat penjemur/para-para bambu tergantung dari jumlah bahan baku ikan yang akan dibuat produk ikan asin.

Skala Usaha

Pengolahan ikan asin biasanya diusahakan pada skala rumah tangga (Home industries).

Material Alat

1)      Alat-alat yang dipakai antara lain: pisau, talenan, ember plastik, balu/blong plastik perendam ikan.

2)      Bahan yang digunakan: ikan dengan berbagai jenis dan ukuran garam dan bahan pembantu yaitu air bersih.

Bahan baku produksi

Bahan produksi pada pengolaham ikan asin berupa ikan-ikan dengan berbagai jenis dan ukuran, misalnya: ikan: tembang, Japuh, kembung, cucut/pari, teri, lemuru dll.

Metode Pembuatan Alat

Alat-alat yang digunakan pada pembuatan produk ikan asin diperoleh dengan cara membeli di pasar/toko barang-barang kelontong dan juga memesan atau menggunakan potensi alam sekitar, misalnya: tanaman bambu untuk pembuatan para-para penjemur.

Metode Pengolahan Pembuatan Ikan asin

1)      Bahan baku

  • Ikan yang akan diproses disortir/dipisahkan berdasarkan jenis, tingkat keseragaman proses penetrasi (masuknya larutan garam) ke dalam jaringan daging ikan.
  • Disiapkan garam sebanyak 10-30% dari berat total ikan yang akan diolah, tergantung dari kebutuhan/tingkat keasinan yang diinginkan. Sebaiknya garam yang digunakan berupa garam murni agar dipeeroleh produk ikan asin dengan kualitas baik.

2)      Peralatan

  • Peralatan proses pengasinan ikan adalah bak/ember kedap air dan penutup dari papan yang dilengkapi pemberat untuk membantu memprcepat penetrasi garam dan pengeluaran cairan dari dalam tubuh ikan.
  • Pisau atau golok tajam untuk menyiangi ikan.
  • Timbangan untuk menentukan berat ikan dan jumlah garam yang diperlukan.
  • Keranjang plastik atau bambu untuk mengangkut ikan sebelum dan setelah proses penggaraman berlangsung.
  • Tempat penjemuran (para-para) dengan ketinggian ± 1 meter dan permukaan tanah.  Para-para dibuat dengan kemiringan 15° ke arah datangnya angin, agar ikan cepat kering.

3)      Penyiangan ikan

  • Ikan-ikan yang sudah mengalami penyortiran berdasar: jenis, tingkat kesegaran dan ukuran, disiangi dengan cara dibuang sisik, isi perut dan insang (untuk ikan besar) sampai bersih.
  • Ikan dibelah dua dari pangkal ekor menuju arah punggung dan tembus tulang tetapi tidak sampai memutus dinding perutnya.
  • Setelah terbelah: isi perut maka: isis perut insang segera di buang agar daging ikan bersih dari segala kotoran (sumber bakteri pembusuk).
  • Setelah pembersihan kotoran yang menempel, ikan dicuci dengan air bersih yang mengalir sampai benar-benar tidak ada kotoran yang menempel.
  • Selanjutnya ikan diletakkan dalam keranjang plastik/bambu dan dibiarkan sejenak agar mengalami proses penirisan.  Posisi ikan dalam keranjang disusun dengan bagian perut menghadap bawah sehingga air yang masih tersisa akan cepat mengalir.
  • Setelah tiris, ikan ditimbang untuk mengetahui beratnya dan juga menentukan jumlah garam yang diperlukan.

4)      Proses penggaraman kering.

Bagian bak/ember kedap air ditabur garam setebal 1-5 cm, tergantung jumlah ikan yang akan diolah.  Lapisan garam ini berfungsi sabagai alas pada saat proses penggaraman.

Ikan disusun dengan teratur di atas lapisan garam dan diusahakan bagian perut ikan selalu menghadap ke dasar bak.  Kemudian pada lapisan ikan tersebut ditaburi garam kembali hingga seluruh permukaan ikan tertutup garam.  Lapisan garam ini merupakan daasar bagi lapisan ikan berikutnya.  Demikian seterusnya, sampai lapisan ikan dan garam mencapai permukaan bak.  Pada lapisan paling atas ditebar garam setebal 5 cm agar tidak dihinggapi lalat.

Bak ditutup dengan papan yang dibentuk sesuai bentuk permukaan bak dan diberi pemberat. Proses penggaraman untuk ikan-ikan berlangsung selama 2-3 hari, ikan sedang 24 jam (1 hari) dan untuk ikan kecil (mas, teri) 12-24 jam.

Selesai ikan mengalami proses penggaraman yang ditandai tekstur ikan menjadi ikan menjadi kencang dan padat, ikan tersebut dicuci dengan air bersih untuk menghilangkan kotoran yang berasal dari garam.  Setelah dicuci, ikan ditiriskan dalam keranjang hingga benar-benar kering dan dilakukan proses penjemuran sampai kering.

Aspek Pemasaran

Pemasaran produk ikan asin biasanya dipasarkan secara lokal di daerah itu sendiri.  Selain itu  juaga dapat dipasarkan lintas daerah berdasarkan pesanan pelanggan.  Kondisi pemasaran ikan asin ini tidak banyak kendala yang menghambat.  Hal ini disebabkan produk ikan asin masih/merupakan salah satu kebutuhan dari 9 bahan pokok terutama kebutuhan protein hewani.

Aspek finansial

Kebutuhan finansial dalam pengusahaan produk ikan asin ini antara lain di arahkan untuk pembelian bahan-bahan misalnya:

  • Ikan:                     +  Rp. 1,000-Rp. 2,000 per kg
  • Garam rakyat:         +  Rp. 1,000,-/kg
  • Blong plastik:          +  Rp. 20,000,-/buah
  • Bambu:                  +  Rp. 4,000,-/batang
  • Pengemas karton:    +  Rp. 1,000,-/kotak
  • Kertas pelapis:        +  Rp. 1,000,-/kg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s