Apa hubungan Batam dengan Lokakarya?

Tepat pukul 16:50 kakiku menginjakkan Bandara Hang Nadim, dengan menggunakan peasawat Lion Air aku menuju ke Batam. Hampir tidak ada bangku yang kosong dari Medan dan tentunya akan diisi lagi penumpang dari Batam yang menuju ke Surabaya, karena pesawat yang kutumpangi jalur Medan – Batam – Surabaya. Ini kali pertama saya pergi ke Batam dan itupun karena tugas untuk menghadiri Lokakarya Nasional Pemuliaan Tanaman Karet 2009…….sepertinya keren judulnya,..saya sendiri belum membayangkan lokakaryanya seperti apa? karena sayapun baru bekerja dalam bidang karet.
Sebelum naik taksi ada baiknya kita cari informasi sehubungan dengan tarif, ini untuk mencegah kita untuk tidak dikerjain orang,…..ternyata di Bandara sudah ada daftar tarif yang ditentukan. dari Bandara ke hotel tempatku tinggal hanya Rp 85.000, di daerah Bengkong laut. dan membutuh kan waktu sekita 45 menit. Sepanjang perjalanan dari Bandara ke hotel tampak tanaman sepanjang jalan, terkadang pabrik pabrik dan perumahan. Bila dilihat dari topografinya, menurutku hampir mirip dengan topografi di daerah sabang, berbukit, jalannya naik turun, tapi terasa lebih panas disini. saya sempat menanyakan pada sopir mana tempat yang bagus untuk disinggahi, karena saya coba tanya ke temen ternyata banyak yang tidak tahu, dan satu yang direkomendasikan adalah daerah nagoya.
Jam 17:45 kami sampai di hotel Golden View, berdasarkan informasi hotel ini baru 2 tahun berdiri ini tampak dari bangunan dan inteior di dalamnya yang masih keliatan baru. Hotel bintang 4 dengan lebih dari 10 lantai mempunyai fasilitas tempat pertemuan mulai kapasitas 50 orang sampai 500 orang ada disana. di bagian belakang ada kolam renang, yah baru ingat aku tidak membawa celana renang,….ndak mungkin pakai celana untuk tidur,…bisa melorot nanti…ha..ha…ha… hampir 30 menit aku menunggu giliran untuk check in..dan ternyata hampir semua yang antri adalah peserta lokakarya. saya coba mulai untuk membuka percakapan dengan beberapa orang, ini kulalukan karena salah satu misi aku dikirim ke lokakarya adalah untuk membangun hubungan dengan pelaku atau pihak yang ada hubungannya dengan industri karet. Dari 2 orang yang kuajak bicara semuanya dari PTPN.
Lokakarya akan diadakan selama 2 hari, kalau dilihat dari jadwalnya sih pemakalahnya orang orang penting, salah satunya adalah menteri kehutanan bapak MS Kaban, ..kira kira apa yang materi bapak menteri nanti..?………….selain itu juga ada ilmuwan lainnya yang sedang mengembangkan ilmunya sehubungan dengan tanaman karet.
Tepat pukul 07:00 aku sudah sampai di depan ruang lokakarya,…aku adalah peserta pertama yang datang dan langsung melakukan pendaftaran ulang dengan membayar Rp 1.000.000 karena aku digolongkan dari kalangan umum, bagi teman teman yang dari dosen ataupun mahasiswa lebih murah hanya Rp. 700.000. Dan ternyata masih hanya panitia yang ada diruangan,..jelas aja aku datangnya lebih cepat 30 menit dari yang dijadwalkan. Inilah kebiasaanku yang tidak bisa dirubah untuk selalu datang lebih awal baik itu di kantor maupun pertemuan lain……Aku langsung cari tempat,..karena posisi menetukan,..(kok seperti jaman kuliah aja)…aku pilh duduk di deretan no 2 setelah kursi yang diperuntukan para undang terhormat,..paling tidak diposisi ini lebih dekat dengan pembicara, juga lebih jelas melihat layar,..siapa tahu nanti juga ikut ke foto,..dan masuk berita,..ha..ha..ha…
45 menit sudah lewat waktu yang dijadwalkan namun belum juga dimulai dengan alasan menunggu bapak bapak pejabat seperti wakil gubernur, Dirjen dan juga pak Menteri. Bagaimana mau maju Indonesia kalau para pejabatnya saja tidak on time,……lima menit kemudian acara dimulai tanpa menteri kehutanan yang katanya masih dalam perjalanan. Dibuka oleh laporan panitian dan dilanjutkan pidato pak dirjen perkebunan yang diwakili oleh orang lain, disaat itu pak menteri MS Kaban sampai,….dan pembukaan ditandai dengan pemukulan gong.
Setelah pembukaan, makalah utama diberikan oleh menteri kehutanan mengenai program pengembangan hutan kemsyarakatan dengan tanaman karet. Dapat disimpulkan bahwa pemerintah melalui PP sudah mengeluarkan aturan berkenaan dengan HTR (hutan Tanaman rakyat0 dimana rakyat mempunyai kesempatan untuk mengelola/ memanfaatkan hutan tapi tidak ada hak menjadi pemilik. dan bila kita lihat sistim atau prosedurnya, banyak sekali melibatkan instansi mulai dinas, sampai pemerintah sendiri, dan ini tentunya ribet buat para petani. dari data yang ada baru terealisasi di 12 provensi dan 32 kabupaten di seluruh indonesia. Mudah mudahan akan bisa terlaksana di daerah yang lain. materi materi lain pada hari pertama dan kedua lebih banyak ke masalah tehnis seperti sosialisasi rancangan SNI di bidang bahan tanaman karet, perkembangan karet alam dunia, kemajuan penelitian bioteknologi untuk program pemuliaan karet , Bioteknologi untuk pemuliaan tanaman karet serta laporan studi kasus dari perusahaan perkebunana lain seperti PT Socfindo, PT Brigestone, dan yang agak menarik adalah tehnologi micro cutting untuk perbanyakan bahan tanaman karet , karena selama ini perbanyakan tanaman karet masih hanya sebatas dengan seedling dan cara okulasi. Harapanku mudahan mudahan apa yang mereka utarakan benar benar bisa terealisasi sehingga para petani bisa mengakses, baik informasi teknologi, kemudahan untuk mendapatkan bibit unggul dan tentunya perbaikan harga dan sistim perdagangan sehingga petani bisa menikmati harga yang adil dan sesuai.
Dua hari sudah aku di Batam, karena jadwalnya padat aku tidak sempat kemana mana dan harus pulang pada hari kamis paginya tanggal 6 Agustus, tapi paling tidak aku sudah bisa ketemu dengan sepupuku yang sudah hampir 12 tahun tidak pernah bertemu dan juga sempat telepon temen sewaktu kuliah, dia ikut suaminya dinas di BPPT Batam, sudah mempunyai anak 3 dan keluar dari pegawai negeri karena mengurus anak. Ibu rumah tangga juga tugas yang mulia kukatakan…..sayang tidak bisa kujumpai. namun insyaallah kita akan ketemu di reuni tahun 2010 nanti,…insyaalllah,…..
yang terakhir,….informasi yang menarik dari sopir yang mengantarku ke bandara..pada hari sabtu dan minggu banyak orang singapore yang berkunjung ke Batam, katanya selain di Batam barang lebih murah daripada di Singapore juga banyak orang singapore yang kawin dengan gadis Batam sebagai istri mudanya, makanya tiap sabtu mereka datang ke Batam,…..katanya ” bapak bisa lihat ,..kalau di pesat perbelanjaan ada orangtua yang bergandengan denga gadis muda itu bisa dipastikan bahwa itu pasangan yang dimaksud dan banyakan laki nya sudah tua tua,…..dan ternyata lokakarya semacam ini diadakan 4 tahun sekali, dari informasi teman yang sudah ikut beberapa kali, tempat lokakarya akan pindah pindah, dan tahun sebelumnya diadakan di Bali,…..sebegitukah hanya untuk lokakarya harus di kota wisata,…..ndak masalah tapi yang kita harapkan semua hasil lokakarya benar benar akan dijalankan dan membawa perubahan dan kemajuan industri karet di Indonesia dan berpihak pada pada petani di Indonesai bukan perusahaan perusahaan besar saja…..amin……
Lokakarya Klon Unggul Pohon Karet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s