Kerupuk Ikan

Kerupuk atau krupuk adalah makanan ringan yang dibuat dari adonan tepung tapioka dicampur bahan perasa seperti udang  atau ikan. Kerupuk dibuat dengan mengukus adonan sebelum dipotong tipis-tipis, dikeringkan di bawah  sinar matahari dan digoreng dengan minyak goreng yang banyak.

Kerupuk bertekstur garing dan sering dijadikan pelengkap untuk berbagai makanan Indonesia seperti nasi gorengdan     gado gado.

Kerupuk udang dan kerupuk ikan adalah jenis kerupuk yang paling umum dijumpai di Indonesia. Kerupuk berharga murah seperti kerupuk aci atau kerupuk mlarat hanya dibuat dari adonan sagu dicampur garam, bahan pewarna makanan, dan bumbu penyedap.

Kerupuk biasanya dijual di dalam kemasan yang belum digoreng. Kerupuk ikan dari jenis yang sulit mengembang ketika digoreng biasanya dijual dalam bentuk sudah digoreng.

Kerupuk Ikan

KERUPUK IKAN

Deskripsi

Kerupuk ikan merupakan produk hasil perikanan yang terbuat dari campuran daging ikan dan bumbu-bumbu/bahan-pembantu lainnya melewati proses pengadonan, percetakan, perebusan/pengukusan, pengirisan dan pengiringan.

Fungsi

Fungsi dari teknologi pembuatan kerupuk ikan adalah sebagai upaya untuk mendapatkan produk hasil perikanan yang mempunyai rasa renyah gurih dan dapat memenuhi selera masyarakat.

Tujuan

Tujuan dari pembuatan kerupuk ikan adalah diversifikasi olahan hasil perikanan agar produk dapat bertahan lama (awet) sehingga dapat dikonsumsi dengan aman.

Dimensi Alat

Ukuran alat yang digunakan dalam pembuatan kerupuk ikan adalah :

1)      Kompor pemasak : lebar ± 30 cm, tinggi ± 40 cm

2)      Dandang dengansarangannya : tinggi ± 40 cm, diameter ± 30 cm

3)      Alat penumbuk dari kayu (lesung) untuk menumbuk ikan dan mencampur dengan bahan lain : tinggi ± 40 cm, diameter ± 25 cm

4)      Pisau : panjang ±  20 cm, lebar ±  4 cm

5)      Waskom : diameter ± 30 cm, tinggi 20 cm

Kapasitas

Kapasitas lesung/lumpung kayu ± 10 kg

Skala Usaha

Pembuatan produk kerupuk ikan ini diusahakan pada skala rumha tangga (home industries)

Material Alat

n        Alat yang digunakan adalah pisau, tolenan, waskom palstik, alat penumbuk dari kayu (lesung), plastik pencetak/daun pisang, kompor, dandang

n        Bahan-bahan yang digunakan adalah daging ikan (filet), tapioka, garam, gula, teluar dan air.

Bahan Baku Produksi

Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan kerupuk ikan adalah semua jenis ikan baik ikan laut maupun jenis ikan tawar yang masih segar dan telah dipisahkan antara daging dan tulangnya, serta tepung tapioka yang baik mutunya, bersih dan tidak berbau apek.  Perbandingan ikan : tepung tapioka bisanya berkisar antara 20 : 80 (1:4) sampai 50:50 (1:1).

Metode Pembuatan Alat

Alat-alat untuk pembuatan kerupuk, misalnya kompor, dandang, lesung/alat penumbuk dari kayu dan lainnya tersebut semuanya dapat diperoleh di psar/toko kelontong di wilayah sekitar.

Metode Pengolahan

Tahap-ahap dalam pembuatan kerupuk ikan adalah:

1)      Bahan baku ikan disiangi dengan cara dibuat ”stainless fillet” (filet/daging ikan tanpa kulit) dan dicuci bersih yang selanjutnya digiling halus dengan cara ditumbuk.

2)      Pembuatan campuran bahan kerupuk lain yang terdiri dari tepung tapioka, garam, gula, telur ayam dengan perbandingan tepung tapioka 6 kg, garam 200 gr, gula 250 gr dan telur 3 butir.

3)      Tepung tapioka diseduh dengan air panas hingga menjadi adonan yang kental.  Bahan-bahan lain dicampurkan ke dalam tepung sambil diremas-remas dengan tangan sampai lumat dan rata (homogen)

4)      Adonan dicetak berbentuk silender dalam selongsong plastik atau daun pisang sesuai keiinginan masing-masing.

5)      Adonan bernetuk silender kemudian dikukus selama kira-kira 2 jam sampai masak.  Untuk mengetahui apakah adonan kerupuk telah matang atau belum, maka adonan kerupuk tidak melekat berarti adonan telah masak.

6)      Adonan kerupuk yang telah masak segera diangkat dan didinginkan dengan cara membiarkan di udara terbuka selama 1 – 2 malam hingga adonan menjadi cukup keras dan mudah diiris dengan pisau.

7)      Selanjutnya adonan kerupuk dilepas pembungkusnya dan diiris tipis-tipis (± ketebalan irisan 2 mm).  Untuk memudahkan pengirisan, maka pisau diolesi minyak goreng terlebih dulu.

8)      Tahap terakhir dalam proses pembuatan kerupuk ini adalah menjemur irisan adonan hingaa benar-benar kering.  Kerupuk yang sudah kering bisa segera dikemas.

Aspek Pemasaran

Pemasaran produk secara lokal maupun berdasar pesanan.  Karena produk kerupuk ikan merupakan produk yang sifatnya kering, maka produk ini dapat bertahan lama asal diikuti juga dengan bahan pengemas yang baik.

Aspek Finansial

Jenis Alat

Harga (Rp)

Pisau

10.000,-/buah

Ikan

7.000,-/buah

Waskom plastik

7.500,-/buah

Dandang

20.000,-/buah

Alat penumbuk

100.000,-/buah

Kompor

100.000,-/buah

Tolenan

5.000,-/buah

Tepung tapioka/sagu

6.000,-/kg

Garam

100,-/bata

Gula

5.000,-/kg

Telur

8.000,-/kg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s